Let’s Be Initiative.. (buat kamu yang sering dapat teguran!)

“Sadar karena ditegur bukan hasil dari inisiatif..” mungkin itu yang saya alami akhir-akhir ini. Menyadari, mengevaluasi dan mentobati segala bentuk penyimpangan diri setelah datangnya sebuah teguran. Bukan hasil penyadaran diri untuk senantiasa menyucikan. Padahal usia saya sudah beranjak semakin tua, akan tetapi tanggung jawab terhadap kewajibannya masih berada di posisi semula. Minimal menyadari atau alert terhadap hal-hal yang bisa menjurumuskan diri. Sehingga kesulitan dan kesedihan karena kehilangan sesuatu pun bisa secepatnya teratasi. Atau bahkan tidak akan sempat menghampiri ketika kita selalu bersiap siaga dengan melakukan antisipasi.

Ingat perkataan orangtua; ada kalanya setiap diri itu Lanjut membaca

Menjadi TUA

Jadi TUA itu ga dosa, selama masa tuanya dipergunakan dengan baik untuk kehidupan yang lebih bermakna,

Jadi TUA itu ga haram, ketika aktifitasnya jauh dari semua muatan dosa,

Jadi TUA itu menyenangkan saat bisa berlaku bijaksana,

Jadi TUA itu asyik karena bisa marahin anak muda., (lho??)

Jadi TUA itu menguntungkan, karena dengan adanya yang tua maka ada yang disebut sebagai anak muda.. (ngawur!)

Jadi TUA itu positive, ketika bisa memberikan pengarahan dan kepedulian terhadap generasi bangsa..

Dan yang paling penting, jadi TUA itu bukanlah bentuk pelanggaran hukum beragama.. Karena yang melanggar itu adalah yang tidak menyadari diri dan minim dalam perbaikan diri.

So, what are you afraid of..? coz being old is not a sin.,  :D

#No offense, it just the thought.

Warung Om~Duleh..

Salah satu tempat makan enak lagi hemat di kawasan kampus Unpad-Dipatiukur, tepatnya di Jl.Hasanudin sebrang RS.Boromeous, Bandung. Dengan mengusung konsep ‘warung’ yang menyajikan beragam menu rakyat namun tidak pecicilan ini, membuat Warung Om~Duleh  memiliki tempat tersendiri dihati para pengunjungnya. Termasuk saya sendiri.  Dari luar warung mungkin tidak terlihat sesuatu yang istimewa, namun setelah masuk kedalam suasana pun akan tampak jauh berbeda.

Di dalam warung, berderet bangku-bangku bisa kita pakai untuk meja makan. Dengan warna dari setiap bangku yang berbeda-beda pula. Memang sekilas tampak seperti bangku-bangku sekolah di Taman Kanak-kanak, hehe tapi setelah diperhatikan secara seksama memang keseluruhan dekorasi di Warung Om~Duleh ini berwarna-warni. Sama seperti menu makanan yang disajikan, yang mana begitu berwarna, beragam dan menggiurkan.. Oiya untuk yang ingin makan sambil berlesehan ria, ada pula area lesehan di setiap pojok ruangan disana.

2013-01-03 12.22.38

Untuk perkara menu makanan, tidak perlu diragukan lagi. Enak dan sangat Lanjut membaca

Tulang Rusukmu ada di ‘Baso Semar’

(1/1) Hari pertama di awal tahun 2013, Kota Bandung masih dirundung kemacetan yang sudah semakin kronis saja melanda di setiap ruas jalan utama. Terutama di beberapa kawasan yang memang menawarkan kenikmatan berpariwisata, baik untuk wisata belanja maupun kuliner. Saya yang saat ini tinggal dibagian utara pun tak luput menjadi  korban dari padatnya arus jalan. Apalagi daerah utara yang terkenal dengan FO nya di Jl. Setiabudhi, juga kuliner serta panoramanya di daerah Sersan Bajuri dan juga Lembang.

010120132788

Nah, ceritanya dalam rangka mengisi hari libur sekaligus selebrasi  ultah sepupu saya yang ke 19, saya, adik dan juga sepupu saya (yang berulang tahun, Anna) berencana pergi ke Cihampelas. Awalnya Lanjut membaca

Wanita dan Kreatifitas

(Hanya buah pikir sorang amatir..)

Ada seorang teman berkata, “Enak yah teteh jadi business woman, ga kayak aku jadi emak-emak doang!” Tulisnya ditengah-tengah percakapan kita via sms (Alhamdulillah.,teman saya saat ini sudah hampir tiga tahun membina rumah tangga). Lama saya mngernyitkan dahi, memang so what dengan emak-emak? Dan ada apa pula dengan business woman? Bukankah seorang pebisnis wanita pun suatu saat nantinya akan menjadi emak-emak juga, lalu (yang sudah berprofesi sebagai emak-emak) kenapa tak mereka ubah saja paradigma mereka atau pola pikir mereka layaknya seorang pebisnis, atau lebih tepatnya emak-emak yang memang ber-otak bisnis. :D

Kadang kita (wanita) selalu berpikir secara parsial, menilai tindakan itu pantasnya dilakukan satu persatu dan jarang sekali ada motivasi untuk bisa ngarawu ku siku[1]. Hehe.,akan tetapi bukan berarti kita harus rakus seperti itu, minimal ada keinginan untuk bisa bergerak maju atau dengan melakukan sesuatu yang lebih dari satu hal. Karena selama kita mampu dan yakin bisa melakukan, maka tidak Lanjut membaca