“Sadar karena ditegur bukan hasil dari inisiatif..” mungkin itu yang saya alami akhir-akhir ini. Menyadari, mengevaluasi dan mentobati segala bentuk penyimpangan diri setelah datangnya sebuah teguran. Bukan hasil penyadaran diri untuk senantiasa menyucikan. Padahal usia saya sudah beranjak semakin tua, akan tetapi tanggung jawab terhadap kewajibannya masih berada di posisi semula. Minimal menyadari atau alert terhadap hal-hal yang bisa menjurumuskan diri. Sehingga kesulitan dan kesedihan karena kehilangan sesuatu pun bisa secepatnya teratasi. Atau bahkan tidak akan sempat menghampiri ketika kita selalu bersiap siaga dengan melakukan antisipasi.
Ingat perkataan orangtua; ada kalanya setiap diri itu Lanjut membaca

